Senin, 05 November 2012

Akal Setipis Rambut

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi
tanpa wanita. Tanpa
mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah.
Masih mencari walaupun
sudah ada segala - galanya. Apalagi yang tidak
ada di syurga, namun Nabi Adam a.s.
tetap merindukan siti hawa.
Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri atau
puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang
bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau
lelaki sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin
mampu hendak meluruskan mereka.
Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-
bayang yang lurus.
Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah,
karena mereka diciptakan
begitu rupa oleh mereka. Didiklah mereka dengan
panduan dariNya:
JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA,
NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR, JANGAN
HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN, NANTI
MEREKA SEMAKIN MENDERITA,
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan
masalah, Kenalkan mereka
kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.
AKAL SETIPIS RAMBUTNYA,
TEBALKAN DENGAN ILMU, HATI SERAPUH KACA,
KUATKAN DENGAN IMAN, PERASAAN
SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK .
Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka
akan nampak penilaian dan
keadilan Tuhan. Akan terhibur dan berbahagialah
mereka, walaupun tidak jadi
ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana
mentri negara atau women gladiator.
Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan
bukan suatu kelemahan. Itu bukan
diskriminasi Tuhan. Sebaliknya, disitulah kasih
sayang Tuhan, karena rahim
wanita yang lembut itulah yang mengandungkan
lelaki2 wajah: negarawan, karyawan,
jutawan dan wan-wan lain. Wanita yang lupa
hakikat kejadiannya, pasti tidak
terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu,
iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa
diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.
LEBIH BANYAK LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH
PEREMPUAN DARIPADA PEREMPUAN YANG
DIRUSAKKAN OLEH LELAKI. SEBODOH-BODOH
PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-
PANDAI LELAKI.
Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhan,
mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri,
apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak
boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun
akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan
bapak akan kehilangan puteri. Bila wanita durhaka
dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah,
rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula
jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah
kepemimpinan.
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah
PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADA-NYA.
jinakan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-
galanya dibawah pimpinan kita.
JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI SITI FATIMAH,
KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar